Perbedaan Brett (Based) dan TAC Protocol: Brett (Based) diperdagangkan di Rp92,31 (kapitalisasi pasar Rp923,7M, volume 24 jam Rp186,39M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp50,29 (kapitalisasi pasar Rp235,62M, volume 24 jam Rp85,26M). Perbedaan utamanya: Brett (Based) jauh lebih besar — sekitar 3,9× kapitalisasi pasar TAC Protocol, dan suplai Brett (Based) dibatasi (10B / 10B BRETT (100%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Brett (Based) selama 29 Hari dan TAC Protocol selama 4 Hari.
| BRETT | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp923,7M | Rp235,62M |
Volume (24h) | Rp186,39M | Rp85,26M |
Suplai yang Beredar | 10B / 10B BRETT (100%) | 4,7B TAC |
Typical Hold Time | 29 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
BRETT adalah sahabat Pepe sekaligus maskot penting dari Base Chain. Seiring ekosistem Base Chain berkembang pesat dengan berbagai proyek dan aplikasi, BRETT memanfaatkan jaringan yang terus tumbuh, termasuk sumber daya dan keahlian yang tersedia. Potensi adopsi dan keterlibatan komunitas BRETT meningkat seiring pertumbuhan ekosistem Base Chain.
Selengkapnya di halaman BRETT →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →