Perbedaan Brett (Based) dan CoW Protocol: Brett (Based) diperdagangkan di Rp92,4 (kapitalisasi pasar Rp925,35M, volume 24 jam Rp181,56M), sedangkan CoW Protocol diperdagangkan di Rp2.490 (kapitalisasi pasar Rp1,44T, volume 24 jam Rp52,52M). Perbedaan utamanya: CoW Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Brett (Based) 10B / 10B BRETT (100%) dibanding 578,4M / 1B COW (58%) milik CoW Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Brett (Based) selama 29 Hari dan CoW Protocol selama 20 Hari.
| BRETT | COW | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp925,35M | Rp1,44T |
Volume (24h) | Rp181,56M | Rp52,52M |
Suplai yang Beredar | 10B / 10B BRETT (100%) | 578,4M / 1B COW (58%) |
Typical Hold Time | 29 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
BRETT adalah sahabat Pepe sekaligus maskot penting dari Base Chain. Seiring ekosistem Base Chain berkembang pesat dengan berbagai proyek dan aplikasi, BRETT memanfaatkan jaringan yang terus tumbuh, termasuk sumber daya dan keahlian yang tersedia. Potensi adopsi dan keterlibatan komunitas BRETT meningkat seiring pertumbuhan ekosistem Base Chain.
Selengkapnya di halaman BRETT →CoW Protocol adalah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) inovatif yang beroperasi di Ethereum Mainnet. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan hasil trading bagi penggunanya melalui kombinasi strategi yang unik. Di inti protokol ini, digunakan mekanisme lelang batch bersama dengan perdagangan peer-to-peer untuk mendapatkan harga trading terbaik. Selain itu, CoW Protocol menggunakan struktur yang sepenuhnya tanpa izin, memungkinkan partisipasi yang lancar dan inklusif bagi semua pengguna.
Selengkapnya di halaman COW →