Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Barito Renewables Energy Tbk (BREN) vs Eratex Djaja Tbk. (ERTX)

Barito Renewables Energy TbkTrading
Eratex Djaja Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Barito Renewables Energy Tbk dan Eratex Djaja Tbk.: Barito Renewables Energy Tbk diperdagangkan di Rp3.430 (kapitalisasi pasar 452,2 T, volume 24 jam 21,97 jt), sedangkan Eratex Djaja Tbk. diperdagangkan di Rp147 (kapitalisasi pasar 190,41 M, volume 24 jam 3,3 jt). Perbedaan utamanya: Barito Renewables Energy Tbk jauh lebih besar — sekitar 2374,9× kapitalisasi pasar Eratex Djaja Tbk., dan Barito Renewables Energy Tbk lebih aktif diperdagangkan (21,97 jt vs 3,3 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BRENERTX
Kapitalisasi Pasar
452,2 T190,41 M
Volume
21,97 jt3,3 jt
Lot
219,66 rb32,95 rb
Perputaran
75,87 M495,03 jt
Harga Rata-rata
3.454,14150,22
Nilai Transaksi
75,87 M495,03 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
3.430147
Volume Ekuilibrium Indikatif
8,6 rb424

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BREN
Lihat detail
ERTX
Lihat detail

Tentang Barito Renewables Energy Tbk

PT Barito Renewables Energy Tbk (formerly PT Barito Cahaya Nusantara) (the “Company”) was established based on the Notarial Deed of Nanny Wiana Setiawan, S.H., Notary in Jakarta, No. 3 dated5 February 2018. The direct parent and ultimate parent entity of the Company is PT Barito Pacific Tbk. (Barito).

Selengkapnya di halaman BREN

Tentang Eratex Djaja Tbk.

PT Eratex Djaja Tbk (the "Entity") was established in the framework of Foreign Capital Investment Law No.1, 1967 by Notarial Deed No.7 dated October 12, 1972 based on Deed prepared by Koerniatini Karim, Public Notary in Jakarta. Founded in 1972 as a joint venture company between PT Private Development Finance Company of Indonesia Ltd. and Limmen Investment Ltd., Unisouh Holding Ltd., Eastern Cotton Mills Ltd. Yarn spinning factory was built in 1973 on 17 ha of land in Probolinggo.

Selengkapnya di halaman ERTX