Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Indo Kordsa Tbk (BRAM) vs Graha Mitra Asia Tbk. (RELF)

Indo Kordsa TbkTrading
Graha Mitra Asia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Indo Kordsa Tbk dan Graha Mitra Asia Tbk.: Indo Kordsa Tbk diperdagangkan di Rp4.550 (kapitalisasi pasar 2,01 T, volume 24 jam 1,2 rb), sedangkan Graha Mitra Asia Tbk. diperdagangkan di Rp35 (kapitalisasi pasar 189,02 M, volume 24 jam 2,32 jt). Perbedaan utamanya: Indo Kordsa Tbk jauh lebih besar — sekitar 10,6× kapitalisasi pasar Graha Mitra Asia Tbk., dan Graha Mitra Asia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (2,32 jt vs 1,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BRAMRELF
Kapitalisasi Pasar
2,01 T189,02 M
Volume
1,2 rb2,32 jt
Lot
1223,21 rb
Perputaran
5,46 jt78,4 jt
Harga Rata-rata
4.551,6733,78
Nilai Transaksi
5,46 jt78,4 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
35
Volume Ekuilibrium Indikatif
3

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BRAM
Lihat detail
RELF
Lihat detail

Tentang Indo Kordsa Tbk

PT Indo Kordsa Tbk (the Company) was established in 1981 in Jakarta, PT Branta Mulia Tbk was South East Asian’s first tire cord fabric manufacturer. The Branta Mulia Group has since expanded its vertical integration to include the production facilities of nylon 66 and polyester tire yarns used in the manufacture of tire cord fabrics. The company’s production process applies state of the art technologies in its Indonesian and Thailand tire cord fabric plants. PT Branta Mulia Tbk became a publicly listed company in 1990 when its shares were initially listed on the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges. All of the company’s issued shares have been de-listed from PT Bursa Efek Surabaya effective from 5 September 1999.

Selengkapnya di halaman BRAM

Tentang Graha Mitra Asia Tbk.

PT Graha Mitra Asia Tbk (hereinafter referred to as the "Company") was established based on Deed No. 15 dated 17 April 2018 issued by Notary Susi Aprilina, SH MKn. The Company started its commercial operations in 2018.

Selengkapnya di halaman RELF