Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Indo Kordsa Tbk (BRAM) vs Multi Garam Utama Tbk. (FOLK)

Indo Kordsa TbkTrading
Multi Garam Utama Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Indo Kordsa Tbk dan Multi Garam Utama Tbk.: Indo Kordsa Tbk diperdagangkan di Rp4.550 (kapitalisasi pasar 2,01 T, volume 24 jam 1,2 rb), sedangkan Multi Garam Utama Tbk. diperdagangkan di Rp218 (kapitalisasi pasar 867,37 M, volume 24 jam 3,7 jt). Perbedaan utamanya: Indo Kordsa Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Multi Garam Utama Tbk., dan Multi Garam Utama Tbk. lebih aktif diperdagangkan (3,7 jt vs 1,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BRAMFOLK
Kapitalisasi Pasar
2,01 T867,37 M
Volume
1,2 rb3,7 jt
Lot
1237,04 rb
Perputaran
5,46 jt788,32 jt
Harga Rata-rata
4.551,67212,84
Nilai Transaksi
5,46 jt788,32 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
218
Volume Ekuilibrium Indikatif
431

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BRAM
Lihat detail
FOLK
Lihat detail

Tentang Indo Kordsa Tbk

PT Indo Kordsa Tbk (the Company) was established in 1981 in Jakarta, PT Branta Mulia Tbk was South East Asian’s first tire cord fabric manufacturer. The Branta Mulia Group has since expanded its vertical integration to include the production facilities of nylon 66 and polyester tire yarns used in the manufacture of tire cord fabrics. The company’s production process applies state of the art technologies in its Indonesian and Thailand tire cord fabric plants. PT Branta Mulia Tbk became a publicly listed company in 1990 when its shares were initially listed on the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges. All of the company’s issued shares have been de-listed from PT Bursa Efek Surabaya effective from 5 September 1999.

Selengkapnya di halaman BRAM

Tentang Multi Garam Utama Tbk.

PT Multi Garam Utama Tbk (the ”Company”) was established based on Notarial Deed No. 6 of Tri Theresa Tarigan, S.H., M.Kn., dated April 10, 2019.

Selengkapnya di halaman FOLK