Perbedaan Bedrock dan Slash Vision Labs: Bedrock diperdagangkan di Rp2.517 (kapitalisasi pasar Rp770,62M, volume 24 jam Rp174,9M), sedangkan Slash Vision Labs diperdagangkan di Rp174,5 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp1,44M). Perbedaan utamanya: suplai Bedrock dibatasi (301,7M / 1B BR (31%)), sedangkan Slash Vision Labs terus bertambah, dan Bedrock lebih aktif diperdagangkan (Rp174,9M vs Rp1,44M). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bedrock selama 5 Hari dan Slash Vision Labs selama 10 Hari.
| BR | SVL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp770,62M | -- |
Volume (24h) | Rp174,9M | Rp1,44M |
Suplai yang Beredar | 301,7M / 1B BR (31%) | -- |
Typical Hold Time | 5 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bedrock DAO adalah kerangka tata kelola ekosistem Bedrock, yang memberi pemegang BR hak suara melalui veBR. Kekuatan suara meningkat sesuai durasi penguncian dan di-reset tiap musim untuk menjaga keadilan. Pemegang veBR dapat menentukan parameter protokol, insentif, dan alokasi likuiditas, dengan kendali tata kelola yang secara bertahap beralih dari tim Bedrock ke komunitas.
Selengkapnya di halaman BR →Slash Vision Labs adalah platform pembayaran cryptocurrency yang dirancang untuk mempermudah penggunaan aset digital dalam transaksi sehari-hari. Sebagai pencipta kartu kredit berbasis crypto pertama yang sesuai regulasi di Jepang, Slash Vision Labs menjembatani keuangan tradisional dengan mata uang digital. Slash Card, bersama dengan token SVL, menjadi pintu masuk bagi pengguna baru di Jepang yang ingin menjelajahi dunia crypto. Dengan menghadirkan solusi pembayaran yang aman dan self-custodial, Slash Vision Labs memudahkan integrasi cryptocurrency ke dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya di halaman SVL →