Perbedaan Bedrock dan Stader: Bedrock diperdagangkan di Rp3.735 (kapitalisasi pasar Rp1,17T, volume 24 jam Rp129,17M), sedangkan Stader diperdagangkan di Rp1.846 (kapitalisasi pasar Rp130,84M, volume 24 jam Rp12,88M). Perbedaan utamanya: Bedrock jauh lebih besar — sekitar 8,9× kapitalisasi pasar Stader, dan suplai beredar Bedrock 301,7M / 1B BR (31%) dibanding 70,8M / 120M SD (59%) milik Stader. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bedrock selama 5 Hari dan Stader selama 13 Hari.
| BR | SD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,17T | Rp130,84M |
Volume (24h) | Rp129,17M | Rp12,88M |
Suplai yang Beredar | 301,7M / 1B BR (31%) | 70,8M / 120M SD (59%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Bedrock DAO adalah kerangka tata kelola ekosistem Bedrock, yang memberi pemegang BR hak suara melalui veBR. Kekuatan suara meningkat sesuai durasi penguncian dan di-reset tiap musim untuk menjaga keadilan. Pemegang veBR dapat menentukan parameter protokol, insentif, dan alokasi likuiditas, dengan kendali tata kelola yang secara bertahap beralih dari tim Bedrock ke komunitas.
Selengkapnya di halaman BR →Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →