Perbedaan Bedrock dan Polymesh: Bedrock diperdagangkan di Rp2.552 (kapitalisasi pasar Rp767,94M, volume 24 jam Rp175,23M), sedangkan Polymesh diperdagangkan di Rp645,8 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M). Perbedaan utamanya: Bedrock dan Polymesh berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Bedrock dibatasi (301,7M / 1B BR (31%)), sedangkan Polymesh terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bedrock selama 5 Hari dan Polymesh selama 20 Hari.
| BR | POLYX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp767,94M | Rp699,51M |
Volume (24h) | Rp175,23M | Rp22,08M |
Suplai yang Beredar | 301,7M / 1B BR (31%) | 1,1B POLYX |
Typical Hold Time | 5 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Bedrock DAO adalah kerangka tata kelola ekosistem Bedrock, yang memberi pemegang BR hak suara melalui veBR. Kekuatan suara meningkat sesuai durasi penguncian dan di-reset tiap musim untuk menjaga keadilan. Pemegang veBR dapat menentukan parameter protokol, insentif, dan alokasi likuiditas, dengan kendali tata kelola yang secara bertahap beralih dari tim Bedrock ke komunitas.
Selengkapnya di halaman BR →POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →