Perbedaan Bedrock dan Plume Network: Bedrock diperdagangkan di Rp2.553 (kapitalisasi pasar Rp767,94M, volume 24 jam Rp175,23M), sedangkan Plume Network diperdagangkan di Rp179,06 (kapitalisasi pasar Rp1,07T, volume 24 jam Rp183,34M). Perbedaan utamanya: Plume Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Bedrock 301,7M / 1B BR (31%) dibanding 6B / 10B PLUME (60%) milik Plume Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bedrock selama 5 Hari dan Plume Network selama 19 Hari.
| BR | PLUME | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp767,94M | Rp1,07T |
Volume (24h) | Rp175,23M | Rp183,34M |
Suplai yang Beredar | 301,7M / 1B BR (31%) | 6B / 10B PLUME (60%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bedrock DAO adalah kerangka tata kelola ekosistem Bedrock, yang memberi pemegang BR hak suara melalui veBR. Kekuatan suara meningkat sesuai durasi penguncian dan di-reset tiap musim untuk menjaga keadilan. Pemegang veBR dapat menentukan parameter protokol, insentif, dan alokasi likuiditas, dengan kendali tata kelola yang secara bertahap beralih dari tim Bedrock ke komunitas.
Selengkapnya di halaman BR →Plume Network adalah full-stack chain pertama untuk Real World Asset (RWA) finance (RWAfi). Dengan lebih dari 200 proyek, Plume menghadirkan lingkungan EVM-compatible yang memudahkan tokenisasi aset nyata lewat tokenization engine dan mitra infrastruktur keuangan. Pengguna dapat dengan mudah men-tokenisasi, mendistribusikan, dan memanfaatkan aset nyata di DeFi.
Selengkapnya di halaman PLUME →