Perbedaan Bedrock dan DeepBook Protocol: Bedrock diperdagangkan di Rp3.975 (kapitalisasi pasar Rp1,18T, volume 24 jam Rp159,91M), sedangkan DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp254 (kapitalisasi pasar Rp1,42T, volume 24 jam Rp47,11M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Bedrock 301,7M / 1B BR (31%) dibanding 5,6B / 10B DEEP (57%) milik DeepBook Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bedrock selama 5 Hari dan DeepBook Protocol selama 14 Hari.
| BR | DEEP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,18T | Rp1,42T |
Volume (24h) | Rp159,91M | Rp47,11M |
Suplai yang Beredar | 301,7M / 1B BR (31%) | 5,6B / 10B DEEP (57%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bedrock DAO adalah kerangka tata kelola ekosistem Bedrock, yang memberi pemegang BR hak suara melalui veBR. Kekuatan suara meningkat sesuai durasi penguncian dan di-reset tiap musim untuk menjaga keadilan. Pemegang veBR dapat menentukan parameter protokol, insentif, dan alokasi likuiditas, dengan kendali tata kelola yang secara bertahap beralih dari tim Bedrock ke komunitas.
Selengkapnya di halaman BR →DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →