Perbedaan Bedrock dan Covalent X Token: Bedrock diperdagangkan di Rp3.875 (kapitalisasi pasar Rp1,16T, volume 24 jam Rp173,29M), sedangkan Covalent X Token diperdagangkan di Rp43,22 (kapitalisasi pasar Rp41,9M, volume 24 jam Rp2,15M). Perbedaan utamanya: Bedrock jauh lebih besar — sekitar 27,7× kapitalisasi pasar Covalent X Token, dan suplai beredar Bedrock 301,7M / 1B BR (31%) dibanding 969,3M / 1B CXT (97%) milik Covalent X Token. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bedrock selama 5 Hari dan Covalent X Token selama 4 Hari.
| BR | CXT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,16T | Rp41,9M |
Volume (24h) | Rp173,29M | Rp2,15M |
Suplai yang Beredar | 301,7M / 1B BR (31%) | 969,3M / 1B CXT (97%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bedrock DAO adalah kerangka tata kelola ekosistem Bedrock, yang memberi pemegang BR hak suara melalui veBR. Kekuatan suara meningkat sesuai durasi penguncian dan di-reset tiap musim untuk menjaga keadilan. Pemegang veBR dapat menentukan parameter protokol, insentif, dan alokasi likuiditas, dengan kendali tata kelola yang secara bertahap beralih dari tim Bedrock ke komunitas.
Selengkapnya di halaman BR →CXT adalah token utilitas dan tata kelola Jaringan Covalent yang menjaga ketersediaan data historis Ethereum. Token ini digunakan untuk staking dan memungkinkan pemegang berpartisipasi dalam tata kelola terdesentralisasi. Jaringan ini mempermudah pengembang dalam mengakses data ekosistem Ethereum.
Selengkapnya di halaman CXT →