Perbedaan Bedrock dan Cetus Protocol: Bedrock diperdagangkan di Rp2.517 (kapitalisasi pasar Rp770,62M, volume 24 jam Rp174,9M), sedangkan Cetus Protocol diperdagangkan di Rp326,8 (kapitalisasi pasar Rp309,4M, volume 24 jam Rp31,88M). Perbedaan utamanya: Bedrock jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Cetus Protocol, dan suplai beredar Bedrock 301,7M / 1B BR (31%) dibanding 956,5M / 1B CETUS (96%) milik Cetus Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bedrock selama 5 Hari dan Cetus Protocol selama 30 Hari.
| BR | CETUS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp770,62M | Rp309,4M |
Volume (24h) | Rp174,9M | Rp31,88M |
Suplai yang Beredar | 301,7M / 1B BR (31%) | 956,5M / 1B CETUS (96%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 30 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bedrock DAO adalah kerangka tata kelola ekosistem Bedrock, yang memberi pemegang BR hak suara melalui veBR. Kekuatan suara meningkat sesuai durasi penguncian dan di-reset tiap musim untuk menjaga keadilan. Pemegang veBR dapat menentukan parameter protokol, insentif, dan alokasi likuiditas, dengan kendali tata kelola yang secara bertahap beralih dari tim Bedrock ke komunitas.
Selengkapnya di halaman BR →Cetus Protocol, sebuah protokol pertukaran dan likuiditas terdesentralisasi, beroperasi di blockchain Sui dan Aptos. Protokol ini memanfaatkan paradigma Concentrated Liquidity Market Makers (CLMM), mengintegrasikan elemen dari Uniswap V3 dan Trader Joe untuk menawarkan opsi trading dan likuiditas yang lebih canggih. Cetus bertujuan membangun jaringan likuiditas yang kuat dan fleksibel, meningkatkan pengalaman trading dan efisiensi likuiditas bagi pengguna DeFi.
Selengkapnya di halaman CETUS →