Perbedaan Bedrock dan Chainbase: Bedrock diperdagangkan di Rp2.519 (kapitalisasi pasar Rp770,62M, volume 24 jam Rp174,9M), sedangkan Chainbase diperdagangkan di Rp1.163 (kapitalisasi pasar Rp423,7M, volume 24 jam Rp73,84M). Perbedaan utamanya: Bedrock lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Bedrock 301,7M / 1B BR (31%) dibanding 362,6M / 1B C (37%) milik Chainbase. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bedrock selama 5 Hari dan Chainbase selama 9 Hari.
| BR | C | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp770,62M | Rp423,7M |
Volume (24h) | Rp174,9M | Rp73,84M |
Suplai yang Beredar | 301,7M / 1B BR (31%) | 362,6M / 1B C (37%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Bedrock DAO adalah kerangka tata kelola ekosistem Bedrock, yang memberi pemegang BR hak suara melalui veBR. Kekuatan suara meningkat sesuai durasi penguncian dan di-reset tiap musim untuk menjaga keadilan. Pemegang veBR dapat menentukan parameter protokol, insentif, dan alokasi likuiditas, dengan kendali tata kelola yang secara bertahap beralih dari tim Bedrock ke komunitas.
Selengkapnya di halaman BR →Chainbase membangun Hyperdata Network untuk AI, berfungsi sebagai lapisan dasar bagi era DataFi. Platform ini mengubah sinyal on-chain yang terfragmentasi menjadi data yang terstruktur, terverifikasi, dan siap untuk AI, memungkinkan koordinasi permissionless antara agen, aplikasi, dan manusia. Chainbase memberdayakan ekonomi data terdesentralisasi di mana data menjadi modal—dapat dikomposisi, dimonetisasi, dan terbuka untuk semua.
Selengkapnya di halaman C →