Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) vs Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC)

Batavia Prosperindo Trans TbkTrading
Indonesia Kendaraan Terminal TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Batavia Prosperindo Trans Tbk dan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk: Batavia Prosperindo Trans Tbk diperdagangkan di Rp75 (kapitalisasi pasar 265,05 M, volume 24 jam 583,6 rb), sedangkan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk diperdagangkan di Rp1.170 (kapitalisasi pasar 2,11 T, volume 24 jam 631,1 rb). Perbedaan utamanya: Indonesia Kendaraan Terminal Tbk jauh lebih besar — sekitar 8× kapitalisasi pasar Batavia Prosperindo Trans Tbk, dan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk lebih aktif diperdagangkan (631,1 rb vs 583,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BPTRIPCC
Kapitalisasi Pasar
265,05 M2,11 T
Volume
583,6 rb631,1 rb
Lot
5,84 rb6,31 rb
Perputaran
44,14 jt737,4 jt
Harga Rata-rata
75,641.168,43
Nilai Transaksi
44,14 jt737,4 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
751.170
Volume Ekuilibrium Indikatif
2330

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BPTR
Lihat detail
IPCC
Lihat detail

Tentang Batavia Prosperindo Trans Tbk

PT Batavia Prosperindo Trans (the “Company”) was established based on Deed No. 20 dated December 8, 2014 of Devi Yuana Lisa, S.H., as substitute Notary of Nur Muhammad Dipo Nusantara Pua Upa, S.H., M.Kn., Notary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman BPTR

Tentang Indonesia Kendaraan Terminal Tbk

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (“the Company”) was established based on November 05, 2012 by deed No. 10 of Yulianti Irawati SH., substitute of Nur Muhammad Dipo Nusantara Pua Upa, S.H., M.Kn., Notary in Jakarta. Prior to becoming a separate business entity, PT Indonesia Vehicle Terminal was only a strategic business unit called Tanjung Priok Car Terminal (TPT) under its Head Office and operated since June 2007.

Selengkapnya di halaman IPCC