Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Woori Finance Indonesia Tbk (BPFI) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Woori Finance Indonesia TbkTrading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Woori Finance Indonesia Tbk dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Woori Finance Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp244 (kapitalisasi pasar 657,8 M, volume 24 jam 6,2 rb), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp57 (kapitalisasi pasar 947,79 M, volume 24 jam 13,56 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (13,56 jt vs 6,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BPFISQMI
Kapitalisasi Pasar
657,8 M947,79 M
Volume
6,2 rb13,56 jt
Lot
62135,59 rb
Perputaran
1,5 jt797,5 jt
Harga Rata-rata
242,3258,82
Nilai Transaksi
1,5 jt797,5 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
24457
Volume Ekuilibrium Indikatif
19,67 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BPFI
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Woori Finance Indonesia Tbk

PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (the Company) was established under its original name of Bira Multi Finance on Dec 12, 1994 then changed to PT Batavia Prosperindo Finance based on Notaries Deed dated Apr 18, 2008. The deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated Apr 4, 2007.

Selengkapnya di halaman BPFI

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI