Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Woori Finance Indonesia Tbk (BPFI) vs Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS)

Woori Finance Indonesia TbkTrading
Indomobil Sukses Internasional Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Woori Finance Indonesia Tbk dan Indomobil Sukses Internasional Tbk.: Woori Finance Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp244 (kapitalisasi pasar 657,8 M, volume 24 jam 6,2 rb), sedangkan Indomobil Sukses Internasional Tbk. diperdagangkan di Rp835 (kapitalisasi pasar 3,28 T, volume 24 jam 63,9 rb). Perbedaan utamanya: Indomobil Sukses Internasional Tbk. jauh lebih besar — sekitar 5× kapitalisasi pasar Woori Finance Indonesia Tbk, dan Indomobil Sukses Internasional Tbk. lebih aktif diperdagangkan (63,9 rb vs 6,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BPFIIMAS
Kapitalisasi Pasar
657,8 M3,28 T
Volume
6,2 rb63,9 rb
Lot
62639
Perputaran
1,5 jt53,08 jt
Harga Rata-rata
242,32830,74
Nilai Transaksi
1,5 jt53,08 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
244825
Volume Ekuilibrium Indikatif
12

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BPFI
Lihat detail
IMAS
Lihat detail

Tentang Woori Finance Indonesia Tbk

PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (the Company) was established under its original name of Bira Multi Finance on Dec 12, 1994 then changed to PT Batavia Prosperindo Finance based on Notaries Deed dated Apr 18, 2008. The deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated Apr 4, 2007.

Selengkapnya di halaman BPFI

Tentang Indomobil Sukses Internasional Tbk.

PT Indomobil Sukses International Tbk (the Company) was initially established as a result of the merger between PT Indomulti Inti Industri Tbk (IMII) and PT Indomobil Investment corporation (IIC). The Company’s articles of association has been amended from time to time, most recently on June 30, 1999 in connection with the Company’s plans to offer shares with pre-emptive right. The Ministry of Justice has approved the amendment on July 5, 1999.

Selengkapnya di halaman IMAS