Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Formosa Ingredient Factory TbkTrading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Formosa Ingredient Factory Tbk dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Formosa Ingredient Factory Tbk diperdagangkan di Rp248 (kapitalisasi pasar 288,94 M, volume 24 jam 964 rb), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp57 (kapitalisasi pasar 947,79 M, volume 24 jam 13,56 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 3,3× kapitalisasi pasar Formosa Ingredient Factory Tbk, dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (13,56 jt vs 964 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BOBASQMI
Kapitalisasi Pasar
288,94 M947,79 M
Volume
964 rb13,56 jt
Lot
9,64 rb135,59 rb
Perputaran
239,77 jt797,5 jt
Harga Rata-rata
248,7358,82
Nilai Transaksi
239,77 jt797,5 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
24857
Volume Ekuilibrium Indikatif
4599,67 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BOBA
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Formosa Ingredient Factory Tbk

PT Formosa Ingredient Factory, Tbk ("Company") was established based on the Deed No. 04 dated April 11, 2016 of Besus Tri Prasetyo, S.H., Notary in Tangerang. The Company started its commercial operations since August 18, 2017.

Selengkapnya di halaman BOBA

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI