Perbedaan Boba Network dan Yield Basis: Boba Network diperdagangkan di Rp362,31 (kapitalisasi pasar Rp172,32M, volume 24 jam Rp36,87M), sedangkan Yield Basis diperdagangkan di Rp1.331 (kapitalisasi pasar Rp174,73M, volume 24 jam Rp75,31M). Perbedaan utamanya: Boba Network dan Yield Basis berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Boba Network 493,6M / 500M BOBA (99%) dibanding 132,3M / 1B YB (14%) milik Yield Basis. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Boba Network selama 9 Hari dan Yield Basis selama 5 Hari.
| BOBA | YB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp172,32M | Rp174,73M |
Volume (24h) | Rp36,87M | Rp75,31M |
Suplai yang Beredar | 493,6M / 500M BOBA (99%) | 132,3M / 1B YB (14%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 5 Hari |
Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →YieldBasis adalah protokol DeFi yang dibangun di atas Curve Finance, memungkinkan pengguna memperoleh yield pada aset seperti Bitcoin dengan meminimalkan impermanent loss. Protokol ini menggunakan mekanisme leverage majemuk tetap 2× agar posisi LP mengikuti harga aset dasar secara 1:1. Token YB mendukung governance melalui model vote-escrowed (veYB) serta memungkinkan pemegangnya berbagi pendapatan protokol.
Selengkapnya di halaman YB →