Perbedaan Boba Network dan Plasma: Boba Network diperdagangkan di Rp324,28 (kapitalisasi pasar Rp160,89M, volume 24 jam Rp10,77M), sedangkan Plasma diperdagangkan di Rp1.347 (kapitalisasi pasar Rp3,62T, volume 24 jam Rp345,23M). Perbedaan utamanya: Plasma jauh lebih besar — sekitar 22,5× kapitalisasi pasar Boba Network, dan suplai Boba Network dibatasi (493,6M / 500M BOBA (99%)), sedangkan Plasma terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Boba Network selama 11 Hari dan Plasma selama 27 Hari.
| BOBA | XPL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp160,89M | Rp3,62T |
Volume (24h) | Rp10,77M | Rp345,23M |
Suplai yang Beredar | 493,6M / 500M BOBA (99%) | 2,7B XPL |
Typical Hold Time | 11 Hari | 27 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →Plasma is a Layer 1 blockchain designed to power the global stablecoin economy. Built for fast, zero-fee USDT payments and customizable gas tokens, it enables borderless, permissionless access to financial services. With its global payments network and integrated products, Plasma is establishing itself as the native chain for stablecoin transactions.
Selengkapnya di halaman XPL →