Perbedaan Boba Network dan Walrus: Boba Network diperdagangkan di Rp359,03 (kapitalisasi pasar Rp171,84M, volume 24 jam Rp49,64M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp550,58 (kapitalisasi pasar Rp1,36T, volume 24 jam Rp80,28M). Perbedaan utamanya: Walrus jauh lebih besar — sekitar 7,9× kapitalisasi pasar Boba Network, dan suplai beredar Boba Network 493,6M / 500M BOBA (99%) dibanding 2,5B / 5B WAL (50%) milik Walrus. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Boba Network selama 9 Hari dan Walrus selama 22 Hari.
| BOBA | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp171,84M | Rp1,36T |
Volume (24h) | Rp49,64M | Rp80,28M |
Suplai yang Beredar | 493,6M / 500M BOBA (99%) | 2,5B / 5B WAL (50%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 22 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Boba Network saat ini diperdagangkan di zona support kritis Rp365 dengan sinyal teknis bearish dari moving averages, meskipun osilator netral. Harga terkini Rp364,78 mendekati support S1, mencerminkan tekanan jual jangka pendek. Sirkulasi token mencapai 99% dengan supply hampir maksimal, menunjukkan distribusi matang namun pertumbuhan terbatas. Tidak ada update protokol signifikan yang tercatat dalam periode terakhir.
Outlook keseluruhan netral-cenderung bearish dengan peluang rebound dari level support, namun risiko volatilitas tinggi karena volume rendah. Investor perlu waspada terhadap tekanan jual berkelanjutan dan minimnya perkembangan fundamental yang dapat memicu penurunan lebih dalam.
Token WAL saat ini diperdagangkan pada Rp555,86 dengan kapitalisasi pasar Rp1,35 triliun, menunjukkan sinyal teknis bearish yang kuat dengan 18 indikator jual versus 3 beli. Supply yang beredar mencapai 2,5 juta dari total maksimum 5 juta token (50%), dengan rata-rata hold time 22 hari. Posisi harga berada di bawah pivot point Rp560, mendekati support kunci di Rp547 dan Rp539. RSI 6 periode di level 26,42 menunjukkan kondisi oversold potensial, namun moving average tetap bearish dengan 13 sinyal jual.
Outlook jangka pendek cenderung bearish dengan tekanan jual dominan, meskipun kondisi oversold RSI bisa memicu rebound teknis. Risiko utama meliputi volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas, sementara peluang muncul dari potensi recovery dari level support. Investor perlu memantau ketat level Rp539 sebagai support kritis dan Rp560 sebagai resistance utama untuk konfirmasi perubahan tren.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →