Perbedaan Boba Network dan TAC Protocol: Boba Network diperdagangkan di Rp322,54 (kapitalisasi pasar Rp157,99M, volume 24 jam Rp11,65M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp48,66 (kapitalisasi pasar Rp228,48M, volume 24 jam Rp25,01M). Perbedaan utamanya: TAC Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Boba Network dibatasi (493,6M / 500M BOBA (99%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Boba Network selama 11 Hari dan TAC Protocol selama 5 Hari.
| BOBA | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp157,99M | Rp228,48M |
Volume (24h) | Rp11,65M | Rp25,01M |
Suplai yang Beredar | 493,6M / 500M BOBA (99%) | 4,7B TAC |
Typical Hold Time | 11 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →