Perbedaan Boba Network dan Swell Network: Boba Network diperdagangkan di Rp362,31 (kapitalisasi pasar Rp172,32M, volume 24 jam Rp36,87M), sedangkan Swell Network diperdagangkan di Rp13,22 (kapitalisasi pasar Rp66,33M, volume 24 jam Rp32,31M). Perbedaan utamanya: Boba Network jauh lebih besar — sekitar 2,6× kapitalisasi pasar Swell Network, dan suplai beredar Boba Network 493,6M / 500M BOBA (99%) dibanding 5B / 10B SWELL (51%) milik Swell Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Boba Network selama 9 Hari dan Swell Network selama 20 Hari.
| BOBA | SWELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp172,32M | Rp66,33M |
Volume (24h) | Rp36,87M | Rp32,31M |
Suplai yang Beredar | 493,6M / 500M BOBA (99%) | 5B / 10B SWELL (51%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 20 Hari |
Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →Swell Network adalah protokol liquid staking terdesentralisasi dan non-kustodian untuk Ethereum. Protokol ini mempermudah akses ke peluang DeFi sambil menjaga prinsip desentralisasi dan kebebasan dari sensor.
Selengkapnya di halaman SWELL →