Perbedaan Boba Network dan Sky: Boba Network diperdagangkan di Rp362,13 (kapitalisasi pasar Rp172,32M, volume 24 jam Rp36,87M), sedangkan Sky diperdagangkan di Rp1.056 (kapitalisasi pasar Rp24,64T, volume 24 jam Rp317,94M). Perbedaan utamanya: Sky jauh lebih besar — sekitar 143× kapitalisasi pasar Boba Network, dan suplai beredar Boba Network 493,6M / 500M BOBA (99%) dibanding 23,3B / 23,5B SKY (100%) milik Sky. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Boba Network selama 9 Hari dan Sky selama 14 Hari.
| BOBA | SKY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp172,32M | Rp24,64T |
Volume (24h) | Rp36,87M | Rp317,94M |
Suplai yang Beredar | 493,6M / 500M BOBA (99%) | 23,3B / 23,5B SKY (100%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →Sky (SKY) adalah token tata kelola dari Sky Protocol dan versi baru dari MakerDAO, yang dirancang untuk membuat DeFi lebih mudah diakses, skalabel, dan memberi lebih banyak imbalan lewat arsitektur modular dan alat non-kustodial.
Selengkapnya di halaman SKY →