Perbedaan Boba Network dan Saga: Boba Network diperdagangkan di Rp361,77 (kapitalisasi pasar Rp172,28M, volume 24 jam Rp35,66M), sedangkan Saga diperdagangkan di Rp227,73 (kapitalisasi pasar Rp93,91M, volume 24 jam Rp90,21M). Perbedaan utamanya: Boba Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Boba Network dibatasi (493,6M / 500M BOBA (99%)), sedangkan Saga terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Boba Network selama 9 Hari dan Saga selama 40 Hari.
| BOBA | SAGA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp172,28M | Rp93,91M |
Volume (24h) | Rp35,66M | Rp90,21M |
Suplai yang Beredar | 493,6M / 500M BOBA (99%) | 416,4M SAGA |
Typical Hold Time | 9 Hari | 40 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →Saga adalah protokol Layer 1 yang memungkinkan developer untuk secara otomatis meluncurkan rantai terdedikasi yang tidak tergantung pada VM, diparalelkan, dan interoperabel, atau 'Chainlets', yang menyediakan aplikasi dengan skalabilitas horizontal tak terbatas. Setiap Chainlet adalah replika dari Mainnet Saga, dengan kumpulan validator dan model keamanan yang sama.
Selengkapnya di halaman SAGA →