Perbedaan Boba Network dan Origin Protocol: Boba Network diperdagangkan di Rp322,54 (kapitalisasi pasar Rp157,94M, volume 24 jam Rp11,83M), sedangkan Origin Protocol diperdagangkan di Rp288,26 (kapitalisasi pasar Rp198,56M, volume 24 jam Rp16,9M). Perbedaan utamanya: Origin Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Boba Network 493,6M / 500M BOBA (99%) dibanding 689,5M / 1,4B OGN (49%) milik Origin Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Boba Network selama 11 Hari dan Origin Protocol selama 75 Hari.
| BOBA | OGN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp157,94M | Rp198,56M |
Volume (24h) | Rp11,83M | Rp16,9M |
Suplai yang Beredar | 493,6M / 500M BOBA (99%) | 689,5M / 1,4B OGN (49%) |
Typical Hold Time | 11 Hari | 75 Hari |
Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →Origin Protocol (OGN) adalah jaringan yang memungkinkan partisipan pasar untuk berbagi barang dan jasa melalui jaringan peer-to-peer (P2P). Platform ini bertujuan untuk menciptakan pasar daring yang luas dengan memanfaatkan blockchain Ethereum (ETH) dan Interplanetary File System (IPFS) untuk menghilangkan kebutuhan akan perantara. Origin Protocol juga memiliki misi untuk membawa NFT dan DeFi ke massa.
Selengkapnya di halaman OGN →