Perbedaan Boba Network dan Hemi: Boba Network diperdagangkan di Rp322,54 (kapitalisasi pasar Rp158,15M, volume 24 jam Rp11,82M), sedangkan Hemi diperdagangkan di Rp84,72 (kapitalisasi pasar Rp82,76M, volume 24 jam Rp56,85M). Perbedaan utamanya: Boba Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Boba Network dibatasi (493,6M / 500M BOBA (99%)), sedangkan Hemi terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Boba Network selama 11 Hari dan Hemi selama 28 Hari.
| BOBA | HEMI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp158,15M | Rp82,76M |
Volume (24h) | Rp11,82M | Rp56,85M |
Suplai yang Beredar | 493,6M / 500M BOBA (99%) | 977,5M HEMI |
Typical Hold Time | 11 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →Hemi is a modular Layer-2 blockchain that bridges Bitcoin’s unmatched security with Ethereum’s programmability to create a unified ecosystem for DeFi and cross-chain interoperability. Built as a Bitcoin-Ethereum Supernetwork, Hemi integrates a Bitcoin node directly into its Ethereum-compatible hVM, allowing seamless access to Bitcoin’s state data. Through its innovative Proof-of-Proof consensus, Hemi inherits Bitcoin’s decentralized security while achieving transaction finality in about 90 minutes—bringing scalable, secure, and interoperable DeFi to both networks.
Selengkapnya di halaman HEMI →