Perbedaan Boba Network dan Gravity: Boba Network diperdagangkan di Rp326,07 (kapitalisasi pasar Rp160,89M, volume 24 jam Rp10,77M), sedangkan Gravity diperdagangkan di Rp63,57 (kapitalisasi pasar Rp699,41M, volume 24 jam Rp52,74M). Perbedaan utamanya: Gravity jauh lebih besar — sekitar 4,3× kapitalisasi pasar Boba Network, dan suplai beredar Boba Network 493,6M / 500M BOBA (99%) dibanding 11B / 12B G (92%) milik Gravity. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Boba Network selama 11 Hari dan Gravity selama 50 Hari.
| BOBA | G | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp160,89M | Rp699,41M |
Volume (24h) | Rp10,77M | Rp52,74M |
Suplai yang Beredar | 493,6M / 500M BOBA (99%) | 11B / 12B G (92%) |
Typical Hold Time | 11 Hari | 50 Hari |
Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →Gravity adalah blockchain Layer 1 yang dirancang untuk adopsi massal dan masa depan omnichain. Pendekatannya mengabstraksi kompleksitas teknis dari interaksi multichain, mengintegrasikan teknologi canggih seperti Zero-Knowledge Proofs, mekanisme konsensus mutakhir, dan arsitektur berbasis restaking untuk memastikan kinerja tinggi, keamanan yang ditingkatkan, dan efisiensi biaya.
Selengkapnya di halaman G →