Perbedaan Boba Network dan Fuel: Boba Network diperdagangkan di Rp361,72 (kapitalisasi pasar Rp172,28M, volume 24 jam Rp35,66M), sedangkan Fuel diperdagangkan di Rp12,61 (kapitalisasi pasar Rp107,84M, volume 24 jam Rp18,07M). Perbedaan utamanya: Boba Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Boba Network dibatasi (493,6M / 500M BOBA (99%)), sedangkan Fuel terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Boba Network selama 9 Hari dan Fuel selama 17 Hari.
| BOBA | FUEL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp172,28M | Rp107,84M |
Volume (24h) | Rp35,66M | Rp18,07M |
Suplai yang Beredar | 493,6M / 500M BOBA (99%) | 8,6B FUEL |
Typical Hold Time | 9 Hari | 17 Hari |
Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →Fuel meningkatkan Ethereum dengan fitur seperti eksekusi transaksi paralel dan abstraksi akun bawaan. Fuel Ignition adalah rollup Optimistic tercepat, mampu menangani lebih dari 600 transaksi per detik dengan biaya di bawah $0,0002 per transaksi, dan memiliki total nilai terkunci lebih dari $400 juta. Platform ini menggunakan FuelVM, Sway, dan Forc untuk memberdayakan pengembang dan membentuk ulang ekosistem rollup.
Selengkapnya di halaman FUEL →