Perbedaan Boba Network dan Flare: Boba Network diperdagangkan di Rp361,77 (kapitalisasi pasar Rp172,28M, volume 24 jam Rp35,66M), sedangkan Flare diperdagangkan di Rp115,84 (kapitalisasi pasar Rp10,05T, volume 24 jam Rp35,58M). Perbedaan utamanya: Flare jauh lebih besar — sekitar 58,3× kapitalisasi pasar Boba Network, dan suplai Boba Network dibatasi (493,6M / 500M BOBA (99%)), sedangkan Flare terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Boba Network selama 9 Hari dan Flare selama 30 Hari.
| BOBA | FLR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp172,28M | Rp10,05T |
Volume (24h) | Rp35,66M | Rp35,58M |
Suplai yang Beredar | 493,6M / 500M BOBA (99%) | 86,8B FLR |
Typical Hold Time | 9 Hari | 30 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →Flare adalah blockchain Layer 1 berbasis EVM yang dirancang untuk meningkatkan kegunaan teknologi blockchain dengan menyediakan akses terdesentralisasi bagi pengembang ke data berkualitas tinggi dari berbagai blockchain dan internet. Kemampuan ini mendorong terciptanya kasus penggunaan baru dan model monetisasi, memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) beroperasi di beberapa chain dengan satu kali penerapan.
Selengkapnya di halaman FLR →