Perbedaan Boba Network dan Chainflip: Boba Network diperdagangkan di Rp325 (kapitalisasi pasar Rp160,89M, volume 24 jam Rp10,77M), sedangkan Chainflip diperdagangkan di Rp5.087 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp1,85M). Perbedaan utamanya: suplai Boba Network dibatasi (493,6M / 500M BOBA (99%)), sedangkan Chainflip terus bertambah, dan Boba Network lebih aktif diperdagangkan (Rp10,77M vs Rp1,85M). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Boba Network selama 11 Hari dan Chainflip selama 18 Hari.
| BOBA | FLIP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp160,89M | -- |
Volume (24h) | Rp10,77M | Rp1,85M |
Suplai yang Beredar | 493,6M / 500M BOBA (99%) | -- |
Typical Hold Time | 11 Hari | 18 Hari |
Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →Chainflip mengubah lanskap pertukaran terdesentralisasi dengan memungkinkan swap lintas blockchain yang mulus dan minim slippage. Berbeda dengan metode tradisional, Chainflip menghilangkan kebutuhan akan token wrapped atau dompet khusus, sehingga transaksi lintas-chain menjadi lebih mudah diakses dan ramah pengguna. Di inti teknologinya, Chainflip menggunakan Just-In-Time (JIT) Automated Market Maker (AMM) untuk memfasilitasi perdagangan yang efisien dan aman.
Selengkapnya di halaman FLIP →