Perbedaan Boba Network dan Enso: Boba Network diperdagangkan di Rp321,12 (kapitalisasi pasar Rp157,59M, volume 24 jam Rp11,99M), sedangkan Enso diperdagangkan di Rp13.642 (kapitalisasi pasar Rp282,98M, volume 24 jam Rp264,27M). Perbedaan utamanya: Enso lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Boba Network 493,6M / 500M BOBA (99%) dibanding 20,6M / 127,3M ENSO (17%) milik Enso. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Boba Network selama 11 Hari dan Enso selama 9 Hari.
| BOBA | ENSO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp157,59M | Rp282,98M |
Volume (24h) | Rp11,99M | Rp264,27M |
Suplai yang Beredar | 493,6M / 500M BOBA (99%) | 20,6M / 127,3M ENSO (17%) |
Typical Hold Time | 11 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →Enso adalah protokol infrastruktur blockchain yang menyederhanakan pengembangan lintas chain melalui komponen dan logika eksekusi terstandarisasi. Protokol ini menghubungkan berbagai jaringan menggunakan Actions dan Shortcuts yang dapat digunakan ulang, sehingga developer tidak perlu membangun integrasi kompleks dari awal. Dengan arsitektur berbasis intent, pengguna cukup menentukan hasil yang diinginkan sementara Enso menangani proses routing dan eksekusi secara efisien di berbagai chain.
Selengkapnya di halaman ENSO →