Perbedaan Boba Network dan DeepBook Protocol: Boba Network diperdagangkan di Rp362,09 (kapitalisasi pasar Rp172,28M, volume 24 jam Rp35,66M), sedangkan DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp328,14 (kapitalisasi pasar Rp1,8T, volume 24 jam Rp80,66M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol jauh lebih besar — sekitar 10,4× kapitalisasi pasar Boba Network, dan suplai beredar Boba Network 493,6M / 500M BOBA (99%) dibanding 5,5B / 10B DEEP (55%) milik DeepBook Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Boba Network selama 9 Hari dan DeepBook Protocol selama 13 Hari.
| BOBA | DEEP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp172,28M | Rp1,8T |
Volume (24h) | Rp35,66M | Rp80,66M |
Suplai yang Beredar | 493,6M / 500M BOBA (99%) | 5,5B / 10B DEEP (55%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →