Perbedaan Boba Network dan Chromia: Boba Network diperdagangkan di Rp362,87 (kapitalisasi pasar Rp172,28M, volume 24 jam Rp35,66M), sedangkan Chromia diperdagangkan di Rp265,69 (kapitalisasi pasar Rp256,27M, volume 24 jam Rp33,73M). Perbedaan utamanya: Chromia lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Boba Network 493,6M / 500M BOBA (99%) dibanding 974,8M / 978,1M CHR (100%) milik Chromia. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Boba Network selama 9 Hari dan Chromia selama 50 Hari.
| BOBA | CHR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp172,28M | Rp256,27M |
Volume (24h) | Rp35,66M | Rp33,73M |
Suplai yang Beredar | 493,6M / 500M BOBA (99%) | 974,8M / 978,1M CHR (100%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 50 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →