Perbedaan Bank of New York Mellon Corp dan SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF: Bank of New York Mellon Corp diperdagangkan di $153,09 (kapitalisasi pasar $106,05B), sedangkan SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF diperdagangkan di $57,68. Perbedaan utamanya: Bank of New York Mellon Corp membagikan dividen 1,37%, sedangkan SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF tidak. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.
| BNY | SPUS | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | $106,05B | — |
Sektor | Financials | Broad Market / Factor |
Tertinggi 52 Minggu | $154,50 | $59,51 |
Terendah 52 Minggu | $95,16 | $45,13 |
Imbal Hasil Dividen | 1,37% | — |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
BNY (Bank of New York Mellon Corp) diperdagangkan di $151.27, turun 0.43% hari ini, namun secara teknis bullish dengan support kuat di $149. Fundamental kuat: laba bersih naik 23% YoY menjadi $5.55B pada 2025, margin laba bersih 29.21%, dan ROE 14.81%. Perusahaan konsisten mengungguli estimasi EPS kuartalan, dengan Q2 2026 diharapkan $2.2. Pengumuman dividen naik 19% menjadi $0.63 per saham mulai Q3 2026 menunjukkan kesehatan modal.
Outlook positif didukung momentum pendapatan jasa investasi dan ekspansi aset digital (USDC custody). Risiko utama termasuk volatilitas pasar keuangan dan tekanan margin bunga. Analis konsensus harga target $156 (potensi kenaikan 3.1%), dengan 38.1% rekomendasi beli. Saham ini menarik untuk investor yang mencari bank kustodian dengan fundamental kokoh dan pertumbuhan dividen.
SPUS diperdagangkan pada $57,0, turun 1,35% dalam 24 jam, dengan sinyal teknis bullish dari rata-rata bergerak namun osilator netral. ETF ini membayar dividen konsisten $0,03 per saham, mencerminkan fokus pada strategi dividen yang kompetitif. Berita terbaru menunjukkan minat institusional yang meningkat, dengan Farther Finance Advisors menambah kepemilikan sebesar 14,1% pada kuartal keempat 2025.
Outlook SPUS didukung oleh momentum dividen AS yang kuat, dengan perusahaan membayar rekor $704,8 miliar pada 2025. Risiko termasuk ketergantungan pada kinerja saham teknologi besar dan volatilitas pasar. Analisis teknis menunjukkan support kunci di $56 dan resistance di $58, memberikan kerangka trading yang jelas bagi investor.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Berita terbaru kedua aset
BNY Mellon adalah perusahaan investasi global yang terlibat dalam pengelolaan dan pelayanan aset keuangan sepanjang siklus investasi. Bank ini menyediakan layanan keuangan untuk institusi, korporat, dan investor individu serta memberikan manajemen investasi dan layanan investasi di 35 negara dan lebih dari 100 pasar. BNY Mellon adalah bank kustodian global terbesar di dunia dengan sekitar $41,1 triliun dalam penyimpanan dan administrasi (per 31 Desember 2020), dan dapat bertindak sebagai titik kontak tunggal untuk klien yang ingin membuat, memperdagangkan, menahan, mengelola, melayani, mendistribusi, atau merestrukturisasi investasi. Divisi manajemen aset BNY Mellon mengelola aset sekitar $2,2 triliun.
Selengkapnya di halaman BNY →SPUS melacak indeks berbobot kapitalisasi pasar dari saham-saham S&P 500 yang mematuhi hukum Syariah. ETF ini menyaring perusahaan yang terlibat dalam aktivitas bisnis non-syariah seperti alkohol, tembakau, perjudian, dan keuangan konvensional, serta mengecualikan sektor-sektor seperti Dirgantara & Pertahanan, dan Pemrosesan Data. Dengan berfokus pada saham ber-leverage rendah, SPUS memberikan investor eksposur yang sadar nilai dan selaras secara etika ke portofolio terdiversifikasi dari ekuitas AS berkapitalisasi besar.
Selengkapnya di halaman SPUS →