Perbedaan Bancor dan xMoney: Bancor diperdagangkan di Rp4.637 (kapitalisasi pasar Rp471,34M, volume 24 jam Rp18,86M), sedangkan xMoney diperdagangkan di Rp136,05 (kapitalisasi pasar Rp98,35M, volume 24 jam Rp327,35M). Perbedaan utamanya: Bancor jauh lebih besar — sekitar 4,8× kapitalisasi pasar xMoney, dan suplai xMoney dibatasi (704,1M / 1B UTK (71%)), sedangkan Bancor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bancor selama 38 Hari dan xMoney selama 49 Hari.
| BNT | UTK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp471,34M | Rp98,35M |
Volume (24h) | Rp18,86M | Rp327,35M |
Suplai yang Beredar | 101,5M BNT | 704,1M / 1B UTK (71%) |
Typical Hold Time | 38 Hari | 49 Hari |
Bancor adalah satu-satunya protokol staking terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan uang dengan eksposur token tunggal dan perlindungan penuh dari kerugian sementara. Token protokol yang digunakan di jaringan ini adalah Bancor Network Token atau BNT. Token ini memungkinkan trader untuk menyediakan likuiditas dalam pool yang tersedia di jaringan.
Selengkapnya di halaman BNT →xMoney (sebelumnya bernama Utrust) didesain sebagai solusi untuk masalah yang mengakibatkan rendahnya penggunaan mata uang kripto sebagai metode pembayaran, terlebih keamanan platform pembayaran yang kurang berkembang dan biaya yang relatif tinggi. Tujuan utama dari platform ini adalah untuk membangun sistem yang mengizinkan transaksi kripto cepat dan efisien dengan biaya rendah, sehingga merchant dapat menjangkau audiens pemegang kripto yang lebih luas. Platform ini juga mengizinkan pembeli untuk melakukan pembelian secara aman sambil menawarkan juga pilihan untuk refund, serta melindungi para penjual dari volatilitas pasar kripto yang tinggi.
Selengkapnya di halaman UTK →