Perbedaan Bancor dan USDC: Bancor diperdagangkan di Rp4.787 (kapitalisasi pasar Rp518,62M, volume 24 jam Rp61,11M), sedangkan USDC diperdagangkan di Rp18.100 (kapitalisasi pasar Rp1.322,2T, volume 24 jam Rp139,87T). Perbedaan utamanya: USDC jauh lebih besar — sekitar 2549,5× kapitalisasi pasar Bancor, dan suplai beredar Bancor 107,8M BNT dibanding 73,3B USDC milik USDC. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bancor selama 37 Hari dan USDC selama 61 Hari.
| BNT | USDC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp518,62M | Rp1.322,2T |
Volume (24h) | Rp61,11M | Rp139,87T |
Suplai yang Beredar | 107,8M BNT | 73,3B USDC |
Typical Hold Time | 37 Hari | 61 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Bancor adalah satu-satunya protokol staking terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan uang dengan eksposur token tunggal dan perlindungan penuh dari kerugian sementara. Token protokol yang digunakan di jaringan ini adalah Bancor Network Token atau BNT. Token ini memungkinkan trader untuk menyediakan likuiditas dalam pool yang tersedia di jaringan.
Selengkapnya di halaman BNT →USD Coin adalah stablecoin yang dipatok ke dolar AS dengan basis 1:1. Stablecoin ini awalnya diluncurkan secara terbatas pada September 2018. Sederhananya, mantra USD Coin adalah 'uang digital untuk era digital' — dan stablecoin dirancang untuk dunia di mana transaksi tanpa uang tunai menjadi lebih umum. USD Coin bertujuan untuk mengungguli para pesaing dalam beberapa cara. Salah satunya melalui transparansi dan jaminan bahwa pengguna akan dapat menarik 1 USDC dan menerima $1 sebagai imbalan tanpa masalah.
Selengkapnya di halaman USDC →