Perbedaan Bancor dan UMA: Bancor diperdagangkan di Rp4.787 (kapitalisasi pasar Rp518,62M, volume 24 jam Rp61,11M), sedangkan UMA diperdagangkan di Rp6.682 (kapitalisasi pasar Rp606,04M, volume 24 jam Rp49,01M). Perbedaan utamanya: UMA lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Bancor 107,8M BNT dibanding 91,7M UMA milik UMA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bancor selama 37 Hari dan UMA selama 71 Hari.
| BNT | UMA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp518,62M | Rp606,04M |
Volume (24h) | Rp61,11M | Rp49,01M |
Suplai yang Beredar | 107,8M BNT | 91,7M UMA |
Typical Hold Time | 37 Hari | 71 Hari |
Bancor adalah satu-satunya protokol staking terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan uang dengan eksposur token tunggal dan perlindungan penuh dari kerugian sementara. Token protokol yang digunakan di jaringan ini adalah Bancor Network Token atau BNT. Token ini memungkinkan trader untuk menyediakan likuiditas dalam pool yang tersedia di jaringan.
Selengkapnya di halaman BNT →UMA, atau Universal Market Access, adalah protokol untuk penciptaan aset sintetis berbasis blockchain Ethereum (ETH). UMA memungkinkan counterparty untuk mendigitalkan dan mengotomatiskan setiap derivatif keuangan dunia nyata, seperti kontrak berjangka, kontrak untuk perbedaan (CFD), atau swap total return.
Selengkapnya di halaman UMA →