Perbedaan Bancor dan Tellor: Bancor diperdagangkan di Rp4.811 (kapitalisasi pasar Rp515,96M, volume 24 jam Rp65,01M), sedangkan Tellor diperdagangkan di Rp269.373 (kapitalisasi pasar Rp755,51M, volume 24 jam Rp122,93M). Perbedaan utamanya: Tellor lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Bancor 107,8M BNT dibanding 2,8M TRB milik Tellor. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bancor selama 37 Hari dan Tellor selama 34 Hari.
| BNT | TRB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp515,96M | Rp755,51M |
Volume (24h) | Rp65,01M | Rp122,93M |
Suplai yang Beredar | 107,8M BNT | 2,8M TRB |
Typical Hold Time | 37 Hari | 34 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Bancor adalah satu-satunya protokol staking terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan uang dengan eksposur token tunggal dan perlindungan penuh dari kerugian sementara. Token protokol yang digunakan di jaringan ini adalah Bancor Network Token atau BNT. Token ini memungkinkan trader untuk menyediakan likuiditas dalam pool yang tersedia di jaringan.
Selengkapnya di halaman BNT →Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi yang memperbarui data off-chain, membuatnya tersedia untuk kontrak smart contract on-chain. Oracle Tellor menyediakan data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan on-chain tanpa izin, dengan para pelapor data yang bersaing untuk insentif TRB. Para pelapor data membawa informasi berharga on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TRB →