Perbedaan Bancor dan Peanut the Squirrel: Bancor diperdagangkan di Rp4.787 (kapitalisasi pasar Rp518,62M, volume 24 jam Rp61,11M), sedangkan Peanut the Squirrel diperdagangkan di Rp770,61 (kapitalisasi pasar Rp768,01M, volume 24 jam Rp124,38M). Perbedaan utamanya: Peanut the Squirrel lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Bancor 107,8M BNT dibanding 999,8M PNUT milik Peanut the Squirrel. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bancor selama 37 Hari dan Peanut the Squirrel selama 40 Hari.
| BNT | PNUT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp518,62M | Rp768,01M |
Volume (24h) | Rp61,11M | Rp124,38M |
Suplai yang Beredar | 107,8M BNT | 999,8M PNUT |
Typical Hold Time | 37 Hari | 40 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Bancor adalah satu-satunya protokol staking terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan uang dengan eksposur token tunggal dan perlindungan penuh dari kerugian sementara. Token protokol yang digunakan di jaringan ini adalah Bancor Network Token atau BNT. Token ini memungkinkan trader untuk menyediakan likuiditas dalam pool yang tersedia di jaringan.
Selengkapnya di halaman BNT →Peanut the Squirrel (PNUT) adalah koin meme yang diluncurkan di blockchain Solana, terinspirasi dari sebuah peristiwa menyentuh yang ramai dibicarakan di media sosial. Koin ini menceritakan kisah Pnuts, tupai peliharaan yang disayangi, dan rekannya, Fred, yang membawa kebahagiaan dan kehangatan bagi para pengasuh dan pengikutnya. PNUT bertujuan untuk menyalurkan cinta dan dukungan luar biasa terhadap kisah ini menjadi gerakan yang melindungi makhluk kecil. Koin ini mewakili misi kepedulian, kenangan, dan perubahan bermakna dalam dunia kripto, menggabungkan semangat komunitas dengan tujuan yang berdampak.
Selengkapnya di halaman PNUT →