Perbedaan Bancor dan Ordinals: Bancor diperdagangkan di Rp4.652 (kapitalisasi pasar Rp471,89M, volume 24 jam Rp19,67M), sedangkan Ordinals diperdagangkan di Rp63.023 (kapitalisasi pasar Rp1,32T, volume 24 jam Rp173,25M). Perbedaan utamanya: Ordinals jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar Bancor, dan suplai Ordinals dibatasi (21M / 21M ORDI (100%)), sedangkan Bancor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bancor selama 38 Hari dan Ordinals selama 36 Hari.
| BNT | ORDI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp471,89M | Rp1,32T |
Volume (24h) | Rp19,67M | Rp173,25M |
Suplai yang Beredar | 101,5M BNT | 21M / 21M ORDI (100%) |
Typical Hold Time | 38 Hari | 36 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Bancor adalah satu-satunya protokol staking terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan uang dengan eksposur token tunggal dan perlindungan penuh dari kerugian sementara. Token protokol yang digunakan di jaringan ini adalah Bancor Network Token atau BNT. Token ini memungkinkan trader untuk menyediakan likuiditas dalam pool yang tersedia di jaringan.
Selengkapnya di halaman BNT →Protokol Ordinals menuliskan informasi ke setiap satoshi (juga dikenal sebagai sat, unit terkecil Bitcoin), seperti teks, gambar, audio, video, dll. Karena batasan ukuran blok Bitcoin, informasi utama untuk inscription (minting) Bitcoin berupa teks dan gambar, dalam bentuk NFT dan token.
Selengkapnya di halaman ORDI →