Perbedaan Bancor dan IOTA: Bancor diperdagangkan di Rp4.827 (kapitalisasi pasar Rp521,01M, volume 24 jam Rp60,5M), sedangkan IOTA diperdagangkan di Rp669,19 (kapitalisasi pasar Rp3,05T, volume 24 jam Rp133,01M). Perbedaan utamanya: IOTA jauh lebih besar — sekitar 5,9× kapitalisasi pasar Bancor, dan suplai beredar Bancor 107,8M BNT dibanding 4,5B MIOTA milik IOTA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bancor selama 37 Hari dan IOTA selama 48 Hari.
| BNT | MIOTA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp521,01M | Rp3,05T |
Volume (24h) | Rp60,5M | Rp133,01M |
Suplai yang Beredar | 107,8M BNT | 4,5B MIOTA |
Typical Hold Time | 37 Hari | 48 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Bancor adalah satu-satunya protokol staking terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan uang dengan eksposur token tunggal dan perlindungan penuh dari kerugian sementara. Token protokol yang digunakan di jaringan ini adalah Bancor Network Token atau BNT. Token ini memungkinkan trader untuk menyediakan likuiditas dalam pool yang tersedia di jaringan.
Selengkapnya di halaman BNT →IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →