Perbedaan Bancor dan Maverick Protocol: Bancor diperdagangkan di Rp4.809 (kapitalisasi pasar Rp518,62M, volume 24 jam Rp61,11M), sedangkan Maverick Protocol diperdagangkan di Rp167,14 (kapitalisasi pasar Rp164,27M, volume 24 jam Rp30,9M). Perbedaan utamanya: Bancor jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Maverick Protocol, dan suplai Maverick Protocol dibatasi (983,9M / 2B MAV (50%)), sedangkan Bancor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bancor selama 37 Hari dan Maverick Protocol selama 25 Hari.
| BNT | MAV | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp518,62M | Rp164,27M |
Volume (24h) | Rp61,11M | Rp30,9M |
Suplai yang Beredar | 107,8M BNT | 983,9M / 2B MAV (50%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Bancor adalah satu-satunya protokol staking terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan uang dengan eksposur token tunggal dan perlindungan penuh dari kerugian sementara. Token protokol yang digunakan di jaringan ini adalah Bancor Network Token atau BNT. Token ini memungkinkan trader untuk menyediakan likuiditas dalam pool yang tersedia di jaringan.
Selengkapnya di halaman BNT →Maverick Protocol adalah penyedia infrastruktur DeFi yang berfokus untuk meningkatkan efisiensi industri, diberdayai oleh Maverick AMM. Maverick didukung oleh Founders Fund, Pantera Capital, Coinbase Ventures, Binance Labs, Circle Ventures, dan Gemini. Maverick berusaha untuk menghapus ketidakefisienan di DeFi dengan membantu pengguna menempatkan likuiditas mereka di tempat yang paling efektif, sehingga membuat transaksi menjadi lebih lancar dan efisien. Hal ini mengatasi beberapa isu likuiditas yang telah menjadi kendala dalam DeFi.
Selengkapnya di halaman MAV →