Perbedaan Bancor dan Mask Network: Bancor diperdagangkan di Rp4.807 (kapitalisasi pasar Rp518,62M, volume 24 jam Rp61,11M), sedangkan Mask Network diperdagangkan di Rp7.144 (kapitalisasi pasar Rp711,02M, volume 24 jam Rp185,79M). Perbedaan utamanya: Mask Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Mask Network dibatasi (100M / 100M MASK (100%)), sedangkan Bancor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bancor selama 37 Hari dan Mask Network selama 22 Hari.
| BNT | MASK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp518,62M | Rp711,02M |
Volume (24h) | Rp61,11M | Rp185,79M |
Suplai yang Beredar | 107,8M BNT | 100M / 100M MASK (100%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 22 Hari |
Bancor adalah satu-satunya protokol staking terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan uang dengan eksposur token tunggal dan perlindungan penuh dari kerugian sementara. Token protokol yang digunakan di jaringan ini adalah Bancor Network Token atau BNT. Token ini memungkinkan trader untuk menyediakan likuiditas dalam pool yang tersedia di jaringan.
Selengkapnya di halaman BNT →Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →