Perbedaan Bancor dan Liquity: Bancor diperdagangkan di Rp4.809 (kapitalisasi pasar Rp518,62M, volume 24 jam Rp61,11M), sedangkan Liquity diperdagangkan di Rp3.056 (kapitalisasi pasar Rp293,74M, volume 24 jam Rp33,51M). Perbedaan utamanya: Bancor lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Liquity dibatasi (96,3M / 100M LQTY (97%)), sedangkan Bancor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bancor selama 37 Hari dan Liquity selama 21 Hari.
| BNT | LQTY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp518,62M | Rp293,74M |
Volume (24h) | Rp61,11M | Rp33,51M |
Suplai yang Beredar | 107,8M BNT | 96,3M / 100M LQTY (97%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 21 Hari |
Bancor adalah satu-satunya protokol staking terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan uang dengan eksposur token tunggal dan perlindungan penuh dari kerugian sementara. Token protokol yang digunakan di jaringan ini adalah Bancor Network Token atau BNT. Token ini memungkinkan trader untuk menyediakan likuiditas dalam pool yang tersedia di jaringan.
Selengkapnya di halaman BNT →Liquity adalah protokol peminjaman terdesentralisasi di Ethereum yang menggunakan LQTY, stablecoin yang dipatok pada USD. Pemegang Ether dapat meminjam LQTY dengan biaya penukaran dan penerbitan pinjaman yang disesuaikan secara algoritmis.
Selengkapnya di halaman LQTY →