Perbedaan Bancor dan Haedal Protocol: Bancor diperdagangkan di Rp4.808 (kapitalisasi pasar Rp518,62M, volume 24 jam Rp61,11M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp289,74 (kapitalisasi pasar Rp131,06M, volume 24 jam Rp28,19M). Perbedaan utamanya: Bancor jauh lebih besar — sekitar 4× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai Haedal Protocol dibatasi (454,2M / 1B HAEDAL (46%)), sedangkan Bancor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bancor selama 37 Hari dan Haedal Protocol selama 14 Hari.
| BNT | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp518,62M | Rp131,06M |
Volume (24h) | Rp61,11M | Rp28,19M |
Suplai yang Beredar | 107,8M BNT | 454,2M / 1B HAEDAL (46%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 14 Hari |
Bancor adalah satu-satunya protokol staking terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan uang dengan eksposur token tunggal dan perlindungan penuh dari kerugian sementara. Token protokol yang digunakan di jaringan ini adalah Bancor Network Token atau BNT. Token ini memungkinkan trader untuk menyediakan likuiditas dalam pool yang tersedia di jaringan.
Selengkapnya di halaman BNT →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →