Perbedaan Bancor dan GMX: Bancor diperdagangkan di Rp4.804 (kapitalisasi pasar Rp518,62M, volume 24 jam Rp61,11M), sedangkan GMX diperdagangkan di Rp101.670 (kapitalisasi pasar Rp1,06T, volume 24 jam Rp48,44M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 2× kapitalisasi pasar Bancor, dan suplai GMX dibatasi (10,4M / 13,3M GMX (79%)), sedangkan Bancor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bancor selama 37 Hari dan GMX selama 45 Hari.
| BNT | GMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp518,62M | Rp1,06T |
Volume (24h) | Rp61,11M | Rp48,44M |
Suplai yang Beredar | 107,8M BNT | 10,4M / 13,3M GMX (79%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 45 Hari |
Bancor adalah satu-satunya protokol staking terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan uang dengan eksposur token tunggal dan perlindungan penuh dari kerugian sementara. Token protokol yang digunakan di jaringan ini adalah Bancor Network Token atau BNT. Token ini memungkinkan trader untuk menyediakan likuiditas dalam pool yang tersedia di jaringan.
Selengkapnya di halaman BNT →GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →