Perbedaan Bancor dan FIO Protocol: Bancor diperdagangkan di Rp4.639 (kapitalisasi pasar Rp471,89M, volume 24 jam Rp19,67M), sedangkan FIO Protocol diperdagangkan di Rp16,26 (kapitalisasi pasar Rp31,51M, volume 24 jam Rp66,75M). Perbedaan utamanya: Bancor jauh lebih besar — sekitar 15× kapitalisasi pasar FIO Protocol, dan suplai FIO Protocol dibatasi (847,4M / 1B FIO (85%)), sedangkan Bancor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bancor selama 38 Hari dan FIO Protocol selama 30 Hari.
| BNT | FIO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp471,89M | Rp31,51M |
Volume (24h) | Rp19,67M | Rp66,75M |
Suplai yang Beredar | 101,5M BNT | 847,4M / 1B FIO (85%) |
Typical Hold Time | 38 Hari | 30 Hari |
Bancor adalah satu-satunya protokol staking terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan uang dengan eksposur token tunggal dan perlindungan penuh dari kerugian sementara. Token protokol yang digunakan di jaringan ini adalah Bancor Network Token atau BNT. Token ini memungkinkan trader untuk menyediakan likuiditas dalam pool yang tersedia di jaringan.
Selengkapnya di halaman BNT →FIO Protocol (FIO) adalah solusi usability terdesentralisasi dan sumber terbuka yang bertujuan untuk mempermudah transaksi mata uang kripto di semua blockchain. Hal ini dilakukan dengan mengganti alamat dompet yang kompleks dengan satu Crypto Handle yang dapat disesuaikan dan mudah dibaca, dalam format username@domain. FIO Crypto Handle dapat digunakan untuk mengirim, menerima, meminta, dan menandatangani berbagai jenis transaksi mata uang kripto dengan mudah, seperti mengirim email.
Selengkapnya di halaman FIO →