Perbedaan Bancor dan Creditcoin: Bancor diperdagangkan di Rp4.787 (kapitalisasi pasar Rp518,62M, volume 24 jam Rp61,11M), sedangkan Creditcoin diperdagangkan di Rp1.481 (kapitalisasi pasar Rp809,77M, volume 24 jam Rp45,58M). Perbedaan utamanya: Creditcoin lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Creditcoin dibatasi (549,6M / 600M CTC (92%)), sedangkan Bancor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bancor selama 37 Hari dan Creditcoin selama 17 Hari.
| BNT | CTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp518,62M | Rp809,77M |
Volume (24h) | Rp61,11M | Rp45,58M |
Suplai yang Beredar | 107,8M BNT | 549,6M / 600M CTC (92%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 17 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Bancor adalah satu-satunya protokol staking terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan uang dengan eksposur token tunggal dan perlindungan penuh dari kerugian sementara. Token protokol yang digunakan di jaringan ini adalah Bancor Network Token atau BNT. Token ini memungkinkan trader untuk menyediakan likuiditas dalam pool yang tersedia di jaringan.
Selengkapnya di halaman BNT →Creditcoin adalah proyek yang dikembangkan oleh tim dari Amerika Serikat, Kanada, Korea Selatan, Nigeria, dan Estonia. Proyek ini bertujuan mengatasi kurangnya sistem kredit bagi masyarakat yang tidak memiliki akses perbankan di pasar berkembang. Individu yang tidak dapat mengakses layanan perbankan tradisional sering mengandalkan sumber non-bank untuk pinjaman, namun bank tidak menerima catatan kredit dari sumber ini karena data tersebut sulit diverifikasi. Creditcoin menyelesaikan masalah ini dengan mendokumentasikan riwayat transaksi kredit secara transparan di blockchain publik, menyediakan catatan tepercaya yang dapat digunakan bank.
Selengkapnya di halaman CTC →