Perbedaan Bancor dan Centrifuge: Bancor diperdagangkan di Rp4.816 (kapitalisasi pasar Rp515,96M, volume 24 jam Rp65,01M), sedangkan Centrifuge diperdagangkan di Rp3.222 (kapitalisasi pasar Rp1,85T, volume 24 jam Rp154,54M). Perbedaan utamanya: Centrifuge jauh lebih besar — sekitar 3,6× kapitalisasi pasar Bancor, dan suplai beredar Bancor 107,8M BNT dibanding 577,2M CFG milik Centrifuge. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bancor selama 37 Hari dan Centrifuge selama 4 Hari.
| BNT | CFG | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp515,96M | Rp1,85T |
Volume (24h) | Rp65,01M | Rp154,54M |
Suplai yang Beredar | 107,8M BNT | 577,2M CFG |
Typical Hold Time | 37 Hari | 4 Hari |
Bancor adalah satu-satunya protokol staking terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan uang dengan eksposur token tunggal dan perlindungan penuh dari kerugian sementara. Token protokol yang digunakan di jaringan ini adalah Bancor Network Token atau BNT. Token ini memungkinkan trader untuk menyediakan likuiditas dalam pool yang tersedia di jaringan.
Selengkapnya di halaman BNT →Centrifuge adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang membawa aset dunia nyata seperti invoice, properti, dan obligasi pemerintah ke dalam ekosistem DeFi. Protokol ini menyediakan infrastruktur terbuka dan EVM-native untuk tokenisasi serta pengelolaan aset keuangan di berbagai jaringan seperti Ethereum, Base, dan Avalanche. Token CFG digunakan untuk governance, memungkinkan pemegangnya memberikan suara dalam pembaruan dan arah strategis protokol melalui DAO.
Selengkapnya di halaman CFG →