Perbedaan Binance Staked SOL dan Haedal Protocol: Binance Staked SOL diperdagangkan di Rp1.524.970 (kapitalisasi pasar Rp13,8T, volume 24 jam Rp9,77M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp288,34 (kapitalisasi pasar Rp131,12M, volume 24 jam Rp28,74M). Perbedaan utamanya: Binance Staked SOL jauh lebih besar — sekitar 105,2× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai Haedal Protocol dibatasi (454,2M / 1B HAEDAL (46%)), sedangkan Binance Staked SOL terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Binance Staked SOL selama 30 Hari dan Haedal Protocol selama 14 Hari.
| BNSOL | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp13,8T | Rp131,12M |
Volume (24h) | Rp9,77M | Rp28,74M |
Suplai yang Beredar | 9M BNSOL | 454,2M / 1B HAEDAL (46%) |
Typical Hold Time | 30 Hari | 14 Hari |
Binance Staked SOL menggabungkan SOL yang di-staking beserta reward menjadi bentuk token yang dapat diperdagangkan. Berbeda dengan staking tradisional yang mengunci aset, BNSOL memungkinkan Anda menjual, mentransfer, atau tetap menggunakan SOL yang di-stake secara bebas. Anda bisa memindahkan BNSOL ke wallet pribadi dan tetap menerima reward. BNSOL juga terus mengakumulasi reward melalui conversion rate, bahkan saat digunakan di produk Binance lain atau aplikasi DeFi untuk hasil tambahan.
Selengkapnya di halaman BNSOL →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →